Oleh: Nuzulul Khair
Dewasa ini, internet menjadi media
komunikasi yang penting bagi kehidupan setiap orang. Dengan internet, seseorang
bisa mengakses informasi lebih cepat dan mudah. Internet juga membantu individu
untuk berinteraksi dengan seseorang yang posisinya berjauhan satu-sama lain.
Akan tetapi, hal ini menjadi masalah apabila seseorang sudah sangat tergantung
pada internet. Sehingga saat ini muncul istilah internet addiction yang
dipopulerkan oleh Kimberly Young pada tahun 1996.
Goldberg (1997) mendefinisikan
kecanduan internet sebagai kebiasaan penggunaan internet yang menyimpang, yang
memunculkan distress atau stress yang dihasilkan dari proses adaptasi buruk
yang dilakukan oleh seseorang. Hal ini bisa termanifestasikan dalam beberapa
kriteria internet addiction disorder dengan intensitas waktu kapan pun
dalam 12 bulan bulan yang sama.
Berdasarkan definisi di atas dapat
dipahami yang dimaksud dengan orang yang kecanduan internet adalah seseorang
yang perilaku kesehariannya sangat tergantung pada internet. Dalam artian,
seseorang tersebut akan merasa cemas dan stres apabila dalam aktivitas
kesehariannya tidak mengakses internet. Aktivitas sehari-hari pun menjadi tidak
berjalan secara maksimal.
Terdapat beberapa kriteria kapan
seseorang disebut kecanduan internet. Young (1996; 1999), menyebutkan kriteria-kriteria
orang yang kecanduan internet adalah sebagai berikut:
- Merasa asyik saat berselancar dengan internet
- Tidak punya daya untuk mengontrol penggunaan internet
- Merasa cemas atau gelisah pada saat berupaya untuk menggunakan internet
- Emosi cepat meledak-ledak saat berupaya berhenti mengakses internet
- Frekuensi mengakses internet lebih lama dari yang dibutuhkan
- Penggunaan internet mengganggu hubungan dengan orang-orang yang selama ini dekat
- Karena internet, aktivitas yang lain menjadi terganggu seperti pekerjaan, pendidikan, atau bahkan karir.
- Saat internet dijadikan pelarian ketika ada masalah
Meski
begitu, salah satu kriteria saja tidak cukup untuk mendiagnosa seseorang telah
kecanduan pada internet. Menurut Young (1996), kriteria-kriteria terkait
kecanduan internet bisa menjadikan landasan untuk membedakan apakah seseorang
kecanduan pada internet atau belum. Seseorang baru dapat dikategorikan sebagai
pecandu internet apabila orang tersebut sudah memenuhi minimal lima kriteria
dari delapan kriteria kecanduan internet.
Selain
itu, masih menurut Young (1996) kecanduan internet memiliki dampak negatif
terhadap lingkup kehidupan seseorang.
Pertama,
lingkup keluarga. Young (1996) menemukan fakta bahwa berdasarkan survei sekitar
53% orang yang kecanduan internet memiliki problem serius dalam kehidupan
keluarga. Perkawinan, hubungan asmara, hubungan orang tua-anak, dan pertemanan,
menjadi kacau karena kecanduan internet.
Kedua,
persoalan akademis. Young (1996) menemukan sekitar 58% siswa melaporkan
kemunduran kebiasaan belajar, tingkat berhenti studi cukup signifikan,
kehilangan sekolah, dan ada yang mendapatkan hukuman percobaan karena terlalu sering
menggunakan internet.
Ketiga,
persoalan pekerjaan. Penyalahgunaan internet di antara para pegawai saat ini
tengah menjadi perhatian serius para manajer. Sebuah survei dilakukan terhadap
1000 perusahaan besar di sebuah negara, menemukan fakta bahwa sekitar 55% pihak
eksekutif percaya mengakses internet di luar untuk tujuan bisnis menyebabkan
pekerjaan pegawai menjadi tidak efektif.
Referensi:
Goldberg, I. (1997). Internet addictive disorder
(IAD) diagnostic criteria. http://www.psycom.net/iadcriteria.html. Diakses tanggal
21 April 2010.
Young, K.S.
(1996). Internet addiction:
The emergence of a
new clinical disorder. CyberPsychology and Behavior, 1(3), 237-244
Young, K.S.
(1999). Internet addiction: Symptoms, evaluation, and
treatment. Clinical Practice, 17.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar