Pages

Selasa, 26 April 2011

Perempuan Pemahat Gerimis

Perempuan pemahat gerimis lebih bisa memahami
bau nafas air. Ia seperti pasar malam, yang tahu,
kapan harus bergegas saat langit mulai kelabu

Sepanjang jalan berkubang ia taburi kasturi
biar aroma lidah lelaki yang tumpah di tanah
menuju udara saat gerimis membasahi kota

Pelan-pelan ia melukis kisah di tanah basah
perihal cinta, benci, dan setumpuk kebohongan
pun kerinduan yang disayatnya nyaris terpenggal

Kini gerimis membatu, membisu, berbiak angkuh
dan menawarkan kecemburun di setiap malam
pada perempuan yang memangkas kenangan

*alun-alun kidul, 08-04-2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar