Pages

Minggu, 08 Desember 2013

Berpacu dalam Mengacaukan Pikiran

Senin pagi, 11/11/13, saya baru saja turun dari bus di daerah jembatan Janti, Yogya. Sembari menunggu jemputan motor dari salah seorang teman, saya berleha-leha sejenak di tempat duduk sebelah Indomaret Janti. Dengan kondisi masih ngantuk, saya menatap ke arah jalan dengan tatapan kosong. Sejurus kemudian, datang seorang perempuan yang saya taksir berusia 35 tahun dengan berpakaian mirip pakaian teller bank. Dengan senyum ramah perempuan itu duduk pas di samping saya. Ia meletakkan tasnya di pangkuan.

Saya perhatikan orang di samping saya penampilannya begitu rapi. Wajahnya juga bersih, berbinar, tak nampak bahwa perempuan ini (dalam benak saya) baru saja datang dari perjalanan jauh. Berbeda dengan orang-orang lain di hadapan saya yang berlalu lalang, wajah mereka terlihat lebih kucel dari biasanya, wajah yang biasanya familiar bagi orang yang keletihan. Tak luput dari pengamatan saya, perempuan di sebelah saya kaki kanannya diikat dengan kain putih dan ada noda merah seperti darah. Namun, penampilannya yang bersih dan ada balutan luka di kaki bagi saya terlihat kontras.


Perempuan ini berusaha mengesankan sebuah penampilan yang membuat orang terpesona dan simpatik sekaligus. Dengan nada yang cepat perempuan ini pun memulai percakapan.

P          : “Jam berapa mas?” (sambil lalu mencondongkan badan ke arah saya, saya mulai yakin ada yang aneh dengan perempuan ini)

Saya    : Dengan tangkas saya menjawab, “Saya kurang tahu mb, jam di Hp saya hitungan waktunya Jawa Timur berbeda dengan Yogya” kata saya sok yes.

P          : “Maaf mas jam berapa?” ia kembali bertanya dengan nada yang lebih cepat lagi-lagi dengan mencondongkan badan.

Sebelum selesai saya jawab ia melontarkan pernyataan lain, “Mas punya uang 5000, saya haus banget”, katanya. Saya pun pura-pura memasukkan tangan ke kantong, sebelum saya mengeluarkan tangan dari kantong ia sudah bertanya nomer Hp. “Nomer Hp mas berapa, nanti uangnya saya ganti pulsa” tukasnya lagi-lagi dengan nada suara tergesa.

Saya    : “Oke baik mb, gpp, ini dicatat nomer Hp saya tapi harus dicatat dari belakang” Trik ini saya pakai agar pikiran saya tidak dikacaukan olehnya. Trik ini berhasil dan ia mulai terlihat gusar.

P          : Setelah itu perempuan itu bertanya, “Mas punya saudara atau famili pengusaha”, ia mengulangi pertanyaan ini 2 kali seakan ingin menegaskan bahwa penampilan saya mirip dengan pengusaha.

Saya    : Ditanya seperti itu dengan tangkas saya jawab, “O.. banyak sekali mb,”

P          : “Usaha apa?”

Saya    : “Apa saja mereka usahakan” saya menimpali, meminjam guyonan seorang teman. Perempuan itu bingung dengan jawaban saya. Pada saat itu saya menyebut satu kata. “Polisi”, dengan tanpa maksud apa-apa.
Dengan wajah kebingungan perempuan itu berkata.

P          : “Maaf mas, saya harap mas tidak mengingat wajah saya. Sekali lagi saya minta maaf”

Saya    : “Baik mb”, saya pun bergegas menuju ke arah teman yang sudah datang menjemput.

Begitulah kisah singkat yang bisa menjadi bahan pelajaran bagi kita agar senantiasa ‘siaga’ saat berkomunikasi dengan orang asing. Tentu saja hal ini berbeda dengan semata-mata curiga dan bernegative thinking. Curiga ini perlu karena rata-rata orang yang baru kenal dan bermaksud jahat berusaha mendekati dengan menggunakan komunikasi yang persuasif. Dengan begitu tidak mudah terkecoh.

Salah satu teknik yang biasa dipakai pelaku gendam untuk memuluskan aksinya adalah dengan mengacaukan pikiran si calon korban. Dengan tujuan, mental block terbuka dan gampang dimanipulasi. Dalam dunia hipnosis modern biasanya gendam gabungan dari shock induction dan kontrol pikiran. Oleh sebab itu, teknik menghidar dari pengacauan pikiran adalah fokus terhadap hal-hal lain. Tidak fokus pada apa yang orang itu lontarkan, segera menghindar atau memberi perhatian pada fokus yang lain, atau kacaukan balik pikirannya.

Hal lain yang kudu dihindari di saat sendirian di tempat umum adalah bengong, karena dalam kondisi bengong pikiran bawah sadar terbuka dan gambang disugesti, so usahakan untuk menyibukkan pikiran  agar tidak bengong. Selain itu, hal yang penting juga biasakanlah berdoa sesuai keyakinan agama masing-masing saat bepergian atau saat berada di tengah keramaian agar terhindar dari energi-energi negatif. Sekian. (NK)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar