Pages

Senin, 01 September 2014

Desa Kasengan, Calon Pencetak Arsitek


Sudah menjadi tradisi, pada setiap momen lebaran idul fitri saya pergi silaturrahim ke rumah famili. Lebaran tahun ini (2014, red), momennya berbeda, karena saya pertama kali pergi silaturrahim bersama isteri. Rute silaturrahim pun lebih luas dari biasanya, yang pada awalnya hanya  ke sanak keluarga saya sendiri kini juga berkunjung ke sanak keluarga isteri.

Salah satu tempat yang saya kunjungi adalah daerah Kasengan, Kec. Manding. Desa Kasengan adalah rumah famili isteri saya, letaknya berada di barat daya Asta Tinggi yang notabene makam raja-raja Sumenep. Desa Kasengan merupakan kawasan yang subur, hal ini bisa terlihat dari banyaknya petani yang menanam cabe, sebuah tanaman yang butuh banyak asupan air.

Untuk berkunjung ke Desa Kasengan, saya dan isteri tidak membutuhkan waktu yang lama karena kawasannya tidak jauh dari Kota Sumenep. Jalur utama menuju Kasengan adalah 2 jalur, bisa dari arah Kota Sumenep atau dari jalur utara yaitu kawasan Ambunten dan Rubaru. Akses untuk menuju desa ini juga mudah dan ramai. Kondisi aspal jalan juga baik walaupun jalannya tidak begitu lebar.

Meski secara sepintas terlihat hanya dijejali pepohonan, Desa Kasengan juga memiliki sungai yang membentang laiknya membelah desa tersebut. Aliran airnya deras dan tidak pernah kering. Bahkan, menurut penuturan warga setempat, tidak jarang air sungai meluap pada saat musim hujan datang. Pada sisi sebelah selatan, terdepat pegunungan yang menambah kesan asri pada desa ini.

Desa ini juga menyimpan potensi wisata yang bagus. Saat ini, desa Kasengan memiliki objek wisata yaitu Water Park Sumekar (WPS). Tempat wisata ini merupakan objek wisata keluarga yang ramai dikunjungi, baik muda-mudi, tua-muda, terutama sekali pada saat lebaran ketupat objek wisata milik seorang pengusaha sukses asal Desa Kasengan ini begitu ramai oleh para pengunjung.

                                     Sumber: Radar Madura

Hanya saja, saya belum pernah mengunjungi tempat wisata tersebut, yang baru diresmikan beberapa tahun lalu. Meskipun begitu, saya menikmati berkunjung ke Desa yang konon penamaannya berasal dari nama Ka Seng An. Menurut data yang saya dapat Ka Seng An adalah orang China yang merupakan kepala tukang dalam pembuatan keraton Sumenep dan dulunya tinggal di kawasan tersebut.

Hingga saat ini, banyak dari warga Desa Kasengan yang berprofesi sebagai tukang bangunan. Bangunan di Desa tersebut juga bagus-bagus dan terlihat kokoh. Menurut penuturan keluarga isteri saya, banyak dari kaum muda di daerah Kasengan yang kuliah mengambil jurusan arsitektur. Bukan tidak mungkin, Desa Kasengan akan melahirkan arsitek-arsitek yang handal.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar