Sudah menjadi tradisi, pada setiap
momen lebaran idul fitri saya pergi silaturrahim ke rumah famili. Lebaran tahun
ini (2014, red), momennya berbeda, karena saya pertama kali pergi silaturrahim
bersama isteri. Rute silaturrahim pun lebih luas dari biasanya, yang pada
awalnya hanya ke sanak keluarga saya sendiri
kini juga berkunjung ke sanak keluarga isteri.
Salah satu tempat yang saya
kunjungi adalah daerah Kasengan, Kec. Manding. Desa Kasengan adalah rumah
famili isteri saya, letaknya berada di barat daya Asta Tinggi yang notabene
makam raja-raja Sumenep. Desa Kasengan merupakan kawasan yang subur, hal ini
bisa terlihat dari banyaknya petani yang menanam cabe, sebuah tanaman yang
butuh banyak asupan air.
Untuk berkunjung ke Desa
Kasengan, saya dan isteri tidak membutuhkan waktu yang lama karena kawasannya
tidak jauh dari Kota Sumenep. Jalur utama menuju Kasengan adalah 2 jalur, bisa
dari arah Kota Sumenep atau dari jalur utara yaitu kawasan Ambunten dan Rubaru.
Akses untuk menuju desa ini juga mudah dan ramai. Kondisi aspal jalan juga baik
walaupun jalannya tidak begitu lebar.
Meski secara sepintas terlihat
hanya dijejali pepohonan, Desa Kasengan juga memiliki sungai yang membentang
laiknya membelah desa tersebut. Aliran airnya deras dan tidak pernah kering. Bahkan,
menurut penuturan warga setempat, tidak jarang air sungai meluap pada saat
musim hujan datang. Pada sisi sebelah selatan, terdepat pegunungan yang
menambah kesan asri pada desa ini.
Desa ini juga menyimpan potensi
wisata yang bagus. Saat ini, desa Kasengan memiliki objek wisata yaitu Water
Park Sumekar (WPS). Tempat wisata ini merupakan objek wisata keluarga yang
ramai dikunjungi, baik muda-mudi, tua-muda, terutama sekali pada saat lebaran ketupat
objek wisata milik seorang pengusaha sukses asal Desa Kasengan ini begitu ramai
oleh para pengunjung.
Sumber: Radar Madura
Hanya saja, saya belum pernah
mengunjungi tempat wisata tersebut, yang baru diresmikan beberapa tahun lalu. Meskipun
begitu, saya menikmati berkunjung ke Desa yang konon penamaannya berasal dari
nama Ka Seng An. Menurut data yang saya dapat Ka Seng An adalah orang China
yang merupakan kepala tukang dalam pembuatan keraton Sumenep dan dulunya tinggal di
kawasan tersebut.
Hingga saat ini, banyak dari
warga Desa Kasengan yang berprofesi sebagai tukang bangunan. Bangunan di Desa
tersebut juga bagus-bagus dan terlihat kokoh. Menurut penuturan keluarga isteri
saya, banyak dari kaum muda di daerah Kasengan yang kuliah mengambil jurusan
arsitektur. Bukan tidak mungkin, Desa Kasengan akan melahirkan arsitek-arsitek
yang handal.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar