Pages

Selasa, 14 Oktober 2014

Intervensi Psikologi Via Internet

Dewasa ini, para pengguna internet semakin berkembang dengan pesat. Kehidupan manusia pun bukan hanya menyangkut dunia kasat mata tetapi mulai beralih ke dunia cyber. Berkembangnya teknologi internet ini juga telah merambah ke berbagai disiplin keilmuan termasuk ilmu psikologi. Dengan kecanggihan aplikasi yang ditawarkan, internet menyediakan aplikasi yang bisa diolah untuk membantu praktisi dan masyarakat dalam melakukan proses terapi atau praktik konseling yang secara umum dikenal dengan e-counceling.

Terdapat beberapa terminologi untuk menyebut wahana terapeutik via internet antara lain yaitu, e-therapy, terapi online, cyber counseling, e-counseling dan web-counceling (Martin, 2007). Dari berbagai terminologi yang dipakai, salah satu yang berkembang adalah intervensi berbasis web. Menurut Barak dkk (2009) intervensi berbasis web merupakan program intervensi yang sifatnya mandiri. Prosedurnya, adalah dioperasikan melalui sebuah situs tertertu dan digunakan oleh klien yang sedang membutuhkan bantuan kesehatan. Hal ini tidak memerlukan pertemuan resmi secara face to face.

Gaya Kepemimpinan Managerial Grid

Judul Buku        : The Managerial Grid III
Penulis               : Robert R Blake dan Jane S Mouton
Penerbit             : Gulf Publishing Company, Book Division
                            Houston, London, Paris, Tokyo
Cetakan             : Ketiga, 1985
Tebal                 : xi + 244 halaman


Di kalangan para pemerhati masalah kepemimpinan, Blake dan Mouton merupakan salah satu tokoh kunci yang pemikirannya terkait kepemimpinan tak bisa dilewatkan untuk dikaji. Buku karyanya, The Managerial Grid III (1985), yang merupakan cetakan ketiga sejak diterbitkan pertama kali pada 1964, dicatat sebagai salah satu buku yang mengulas secara spesifik tentang teori kepemimpinan dan cukup menginspirasi banyak kalangan. Karya klasik ini, dianggap sebagai salah satu upaya pertama yang menggambarkan perilaku kepemimpinan yang sesuai.

Buku setebal 244 halaman ini hadir ke publik tidak hanya untuk menawarkan gagasan kepada pembaca, melainkan menawarkan sebuah konsep kepemimpinan yang biasa disebut dengan “Magerial Grid”. Dalam konsep ini, Blake dan Mouton menghadirkan konsep yang sistematis terkait dua hal sekaligus, yakni dunia kepemimpinan dan dunia manejemen. Konsep ini bertitik tolak dari pandangan bahwa manajer tidak hanya berorientasi pada produksi melainkan juga berorientasi pada pihak-pihak lain. Jadi, seorang manager tidak hanya fokus pada bagaimana menghasilkan sesuatu tetapi juga bagaimana hubungan antar manusia.

Minggu, 14 September 2014

Tantangan Etis Media Sosial


Publik dunia maya sempat dihebohkan oleh status Florence Saulina Sihombing di situs pertemanan Path yang dianggap menghina warga Yogyakarta. Tanpa menunggu waktu lama, status tersebut mendapatkan kritikan pedas dari para pengguna media sosial yang lain dan sampai pada taraf cyber-bullying. Tak hanya itu, beberapa LSM yang mengaku mewakili warga Yogyakarta sempat membawa kasus tersebut ke ranah hukum dengan delik penghinaan, pencemaran nama baik, dan provokasi.

Kasus ini bermula pada saat Florence sebagai pemilik akun meluapkan kekecewaannya terhadap panjangnya antrian BBM di salah satu SPBU di Yogyakarta. Kekesalan yang bernada hinaan tersebut ia ungkapkan lewat situs pertemanan, di luar dugaan seseorang mengunggah screenshot statusnya dan kemudian para netizen beramai-ramai mem-bully di media sosial. Meski sudah meminta maaf, apa daya sebagian orang sudah terlanjur tersinggung atas perbuatannya.

Terlepas dari pro dan kontra terkait penanganan kasus, fakta ini menunjukkan tampaknya masyarakat netizen belum sepenuhnya memiliki kesadaran etis dalam berinteraksi di media sosial. Berkaca pada kasus ini, beberapa pengguna tidak bisa mengontrol diri pada saat berinteraksi dan berekspresi seperti berkomentar sarkastis begitu juga dengan mem-bully. Apapun alasannya, ini tindakan yang memprihatinkan karena pihak yang di-bully bisa mengalami trauma.

Arti Penting Belajar Ulumul Qur'an



Seperti halnya pepatah, “tak kenal maka tak sayang”, maka untuk menyayangi dan mencintai Al-Qur'an adalah dengan mengenalnya secara lebih dekat. Salah satu cara untuk mengenal Al-Qur'an secara lebih dekat adalah dengan mempelajari segala aspek keilmuan yang bisa menunjang pemahaman kita terhadap Al-Quran dan menambah kemantapan hati kita ihwal kebenaran Al-Qur'an.

Terdapat beberapa bidang keilmuan untuk mengenal Al-Qur'an secara lebih intim, yakni ilmu yang terkait dengan pengumpulan Al-Qu'ran, proses pewahyuan, asbabun nuzul, nasikh-mansukh, makki-madani, dsb. Menurut Prof. Quraish Shihab di majalah “Ulumul Qur'an”, segala aspek keilmuan yang mendukung pemahaman dan bukti kebenaran Al-Quran masuk kajian Ulumul Qu'ran.

Selasa, 02 September 2014

Transformasi Spiritual Melalui Dzikir


Judul Buku: Psikologi Dzikir
Penulis: M.A. Subandi. PhD
Penerbit: Pustaka Pelajar
Tahun Terbit: Agustus 2009
Tebal: 310 halaman.

Kehidupan manusia tidak luput dari yang namanya peperangan, baik peperangan fisik maupun peperangan batin. Aspek peperangan fisik merupakan suatu tragedi berkepanjangan, efeknya bisa meluluhlantakkan peradaban umat manusia. Sedangkan peperangan batin efeknya juga bisa meluluhlantakkan kehidupan umat manusia dengan tumpulnya hati nurani. Peperangan fisik terjadi disebabkan oleh congkak dan kesombongan yang telah mengamputasi hati nurani. 

Aspek fisik dan batin merupakan entitas yang melekat pada diri orang –orang yang mengaku beragama. Sedangkan perilaku beragama yang menyisakan tragedi sudah lama mengakar dalam masyarakat. Bahkan, hal itu tidak hanya menimpa umat Islam saja, tetapi juga terjadi pada umat agama lain. Perkembangan ini tidak memuaskan kebutuhan batin mereka, bisa dilihat dengan perilaku-perilakunya yang masih kering kerontang. Agama terasa sebatas hal yang sifatnya ritual yang dilakukan bukan untuk kebutuhan melainkan kewajiban yang mencekik.