Pages

Sabtu, 19 Mei 2012

Korupsi: Sebuah Angin Lalu

Banyaknya kasus korupsi yang terjadi, mulai dari yang dilakukan oleh kaum elit semacam pejabat tinggi negara hingga aparat-aparat yang ada di kecamatan, menjadi indikasi bahwa perilaku korupsi di Indonesia sedang berada pada level akut. Maka tidak usah heran jika, pemberitaan di media massa setiap hari selalu dihiasi persoalan korupsi, korupsi, dan korupsi.


Tengok saja, satu kasus Bank Century yang fenomenal itu, telah menyita energi hampir seluruh pejabat tinggi pemerintahan baik yang ada di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Belum lagi, kasus-kasus lain yang belum terselesaikan. Masyarakat lagi-lagi menjadi korban karena banyak dari program-program yang dicanangkan pemerintah terbengkalai atau tidak berjalan dengan maksimal.

Rupanya, tidak hanya menyangkut korupsi kelas kakap, korupsi yang terjadi di lingkup masyarakat bawah juga menyita perhatian publik dan tidak jarang membuat dada masyarakat sesak. Contoh kasus, seperti penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOS), pemotongan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT), atau penggelapan bantuan raskin dan sembako.

Kecenderungan mereka untuk tetap melakukan perilaku korupsi, yang secara notabene dipahami sebagai perbuatan kriminal atau kasus pidana merupakan suatu kecenderungan menyepelekan suatu perbuatan (dalam tradisi psikokologi kognitif hal ini biasa disebut dengan trivialization). Korupsi kemudian dianggap sebagai angin lalu.

(NK,19/05/12)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar